PENINGKATAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN MENJAHIT DAN KEWIRAUSAHAAN PADA SANTRI PONDOK AT-TAHIRIYAH, BANGKALAN, MADURA

Cholis Hidayati, Ulfi Pristiana

Abstract


Abstrak: Pondok Pesantren memiliki peranan penting di masyarakat, khususnya terkait persoalan agama. Saat ini, di tengah perkembangan zaman alumni pondok pesantren dituntut tidak hanya mahir dalam hal keagamaan saja, melainkan juga hal lain salah satunya adalah ekonomi. Pondok Pesantren At Tahiriyah sebagai pondok pesantren yang telah lama eksis di tengah-tengah masyarakat Desa Pangpajung Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, Madura memiliki banyak alumni yang dinantikan kiprahnya di masyarakat. Untuk mendukung perkembangan kewirausahaan, pondok ini telah bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah.  Salah satunya adalah  dengan dinas perindustrian yang telah memberikan bantuan berupa mesin jahit 20 unit, 2 mesin obras, 1 mesin bordir dan 1 alat potong kain. Hingga saat ini peralatan tersebut tidak dimanfaatkan karena ketiadaan skill menjahit. Sebagai upaya untuk memberdayakan para santri Pondok Pesantren At Tahiriyah khususnya di bidang ketrampilan menjahit dan kewirausahaan, maka tim pengabdian masyarakat ( abdimas ) LPPM Untag 1945 Surabaya memberikan pelatihan ketrampilan menjahit dan kewirausahaan kepada para santri. Di sekitar pondok pesantren tersebut, dalam satu wilayah kecamatan Modung terdapat beberapa lembaga pendidikan yang terdiri dari Madrasah Aliyah, SMK, Madrasah Tsanawiyah, dan  Madrasah Ibtidaiyyah, yang memiliki total siswa sekitar 3.000 orang. Selama ini, sekolah-sekolah tersebut untuk memenuhi seragam  sekolah untuk para siswa, selalu memperolehnya dari kecamatan lain, bahkan dari luar kabupaten Bangkalan. Peluang ini juga yang mendorong Tim untuk mengajarkan ketrampilan menjahit khususnya dan usaha konveksi sebagai upaya untuk memberdayakan santri dan mempersiapkan mereka saat lulus dan terjun kedalam masyarakat. Mereka diharapkan bisa memenuhi kebutuhan baju dan seragam sekolah di wilayah Modung atau khususnya di lingkungan pondok At-Tahiriyah sendiri.

Keywords:  Skill, Pemberdayaan santri, Menjahit, Kewirausahaan

Full Text:

PDF

References


Nitisusastro, Mulyadi. (2012). Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Bandung: Alfabeta.

Nurcholish, Madjid. (1997). Bilik-bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Nurpasa, Liza. (2007). Pola Pembelajaran Kursus Menjahit Dalam Pembinaan Life Skill Di Sanggar Kegiatan Belajar Kota Semarang. Skripsi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 55 tahun 2007, tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan pasal 19, pasal 21, dan pasal 22.

Qodri Azizy. (2004). Membangun Fondasi Ekonomi Umat, Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam, Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Rahmawati, Tutik. (2015). Teori Belajar dan Proses Pembelajaran yang Mendidik. Yogyakarta: Gava Media.

Siswanto. (2011). Pengembangan Kurikulum Pelatihan Pendidikan Non Formal. Semarang: UNNES Press.

Tahapan dalam Menjahit, (http://konvektra.blogspot.co.id). Diakses pada tanggal 28 Februari 2017 pukul 12.49 WIB.

http://www.lensaindonesia.com/2012/05/28/ini-dia-para-santripreneur-pondok-mukmin-mandiri.html.

…….……., Manajemen Usaha Kecil, Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Non Formal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional, 2010

. 2013. Manajemen Pelatihan. Yogyakarta: Deepublish 113


Refbacks

  • There are currently no refbacks.