PENGEMBANGAN INDUSTRI BATIK TULIS “MOCH SALAM” SUKODONO SIDOARJO

Drs. Y.B. Agung Prasaja, M.Hum., Dr. Ir. Muaffaq Ahmad Jani, M.Eng.

Abstract


Abstrak: Batik adalah seni kerajinan tangan yang telah dipraktikkan selama berabad abad di Asia. Proses pembatikan yang kompleks mulai dari pemilihan dan pemrosesan kain sebagai bahan dasar, pembuatan gambar dasar, pengolesan lilin pada motif dasar, dan proses pewarnaan dan pengolesan lilin (malam) yang berulang ulang, hingga pencucian dalam setiap kali proses menghasilkan desain yang indah, rumit, dan unik. Batik juga menjadi refleksi kebudayaan dan sosiologis dari daerah asalnya dan atau juga dapat mendokumentasikan kisah atau legenda tertentu dari suatu masyarakat. Setelah tergambar motif dasar, desain lukisan dilukis menggunakan canting, yaitu sebuah alat seperti pena yang digunakan mengoleskan lilin cair panas ke kain. Kain diletakkan pada gawang terbuat dari kayu untuk memudahkan pembatik mengoleskan canting yang biasanya terbuat dari pelat kuningan atau tembaga yang di ujung canting terbuat dari pipa kecil untuk mengalirkan lilin panas ke kain bahan dasar. Gawang kayu berfungsi untuk menahan kain sehingga motif yang akan dilukis lilin panas tidak bertumpu pada tangan pembatik. Meskipun sudah tergeser oleh produksi pabrikan tekstil, batik justru menjadi produk masyarakat yang ekslusif. Seperti halnya kerajinan batik tulis yang ditekuni oleh keturunan dari Alm. Bpk. Moch Salam di desa Ngaresrejo, Sukodono Sidoarjo. Bapak Kusnaini sebagai penerus batik Moch Salam, berusaha untuk bertahan dari gempuran produk pabrikan tekstil dan produk batik cap. Untuk penjualannya sebagian besar  berdasarkan pesanan dari beberapa masyarakat baik yang ada didaerah sekitar serta pegawai baik Pemerintah maupun Swasta yang biasanya digunakan untuk seragam. Hasil produksi batik ini masih kurang maksimal, karena waktu yang dibutuhkan sangat lama, berakibat pada banyaknya pesanan yang sering kali harus ditolak, karena kurang banyaknya tenaga kerja yang dimiliki. Oleh karena itu, diperlukan Pengadaan/ Rekayasa Teknologi tepat guna untuk  membuat peralatan alat cap, meja cap dan wajan serta meja kompor sebagai tempat pengecapan supaya hasilnya lebih banyak dan waktu pengerjaannya lebih cepat. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan dana Hibah Perguruan Tinggi ini adalah dengan peralatan sederhana dan teknologi tepat guna Pengrajin Batik Tulis Moch Salam dapat memotivasi  generasi muda yang berniat belajar membatik dapat menggalakkan kerajinan batik, sehingga yang tadinya ada anggapan batik itu sebagai kuno, sulit pengerjaannya, dan hanya bisa dilakukan oleh para orang tua,  menjadi sangat mungkin dikerjakan oleh pemuda-pemudi kreatif sehingga dapat terkesan “batik itu indah dan mudah”.

Kata kunci: Batik, kreatif, canting, penerus, budaya

Full Text:

PDF

References


Efianingrum, A. (2010). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif.

Fanny Kusumaningtyas, R. (2011). Perlindungan Hak Cipta Atas Motif Batik Sebagai Warisan Budaya Bangsa. Pandecta.

Moerniwati, E. D. A. (2013). STUDI BATIK TULIS (Kasus di Perusahaan Batik Ismoyo Dukuh Butuh Desa Gedongan Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen). ART EDUCARE Pendidikan Seni Rupa.

Nautica, S., & Sayatman, S. (2019). Perancangan Motif Batik dari Potensi Daerah Kabupaten Sidoarjo sebagai Cara Melestarikan dan Memperkaya Motif Batik Sidoarjo. Jurnal Sains Dan Seni ITS. https://doi.org/10.12962/j23373520.v8i1.41627

Sudrajat, A. (2008). Pengertian pendekatan, strategi, metode, teknik, taktik, dan model pembelajaran. Tersedia: Http://Akhmadsudrajat. Wordpress. Com/2008/09/12/Pengertian-Pendekatan-Strategi-Metode-Tekniktaktik-Dan-Model-Pembelajaran/.[20 Oktober 2008].

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Wulandari, A. (2011). Batik nusantara : maksa filosofis, cara pembuatan dan industri batik. In Andi Yogyakarta. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v30i1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.